Jumat, 03 Juli 2015

Kisah Malaikat Zabaniah Membawa Rantai Dari Neraka Untuk Menyiksa Iblis




Ka’bul Ahbaar berkata: “ Apabila dunia ini telah musnah dan tidak ada lagi orang yang tinggal di dunia ini baik manusia, jin syaitan atau pun binatang, maka inilah saat yang ditentukan oleh Allah S.W.T kepada Iblis laknat. Kemudian Allah S.W.T. berfirman kepada malakul maut: “ Aku telah menjadikan pembantu untukmu sebanyak orang yang ada dari mula hingga yang terakhir, dan aku telah memberimu kekuatan penduduk langit dan bumi dan kini aku pakaikan kepadamu pakaian murka dan marah, oleh itu turunlah kamu dengan membawa marah dan murkaku terhadap si Malaun terkutuk, maka rasakan kepada Iblis kepedihan maut yang dialami oleh orang-orang dari mula hingga yang terakhir terdiri dari Jin dan Manusia dan berlipat kali ganda.

Firman Allah S.W.T. lagi: “ Dan hendaklah kamu membawa 70,000 Malaikat yang kesemuanya penuh dengan sifat murka dan kecemasan dan setiap malaikat Zabaniah membawa rantai dari neraka Ladha dan cabutlah dengan 70,000 cungkilan dari neraka Ladh. Dan perintahkan kepada malaikat Malik supaya membuka semua pintu-pintu neraka.”

Setelah mendapat perintah dari Allah S.W.T. maka malaikat maut pun turun dengan bentuk yang paling menakutkan dan diceritakan andaikata kalau penduduk langit dan dunia melihatnya nescya akan menjadi cair mereka semua disebabkan rupanya yang paling menakutkan itu. Apabila sampai saja malaikat maut pada Iblis laknat lalu malaikat maut membentaknya dengan sekali saja maka jatuh pensanlah si Iblis laknat dengan berdengkur dan sekiranya dengkur si Iblis laknat itu di dengar oleh penduduk di timur hingga ke barat nescaya akan pensan kesemua mereka itu, lalu Malaikat maut membentak lagi: “ Berhentilah kamu Iblis laknat yang jahat  dan kini rasalah kepedihan maut sebagaimana yang dirasai oleh orang yang kau sesatkan dalam beberapa abad yang engkau hidup dan inilah hari yang ditentukan oleh Allah S.W.T. terhadap kamu, maka ke manakah kamu hendak lari!”

Apabila Iblis laknat mendengar saja apa yang dikatakan oleh malaikat maut kepadanya, maka diapun lari kehujung timur, tetapi malaikat maut telah sedia berada di depannya, lalu larilah Iblis laknat itu menyelam ke dalam laut, tetapi malaikat maut telah sedia berada di depannya, lalu laut melemparkan Iblis laknat itu. Maka larilah Iblis laknat itu mengelilingi bumi, tetapi tidak ada satu tempat pun untuk dia sembunyi, kemudian Iblis laknat itu pun lari mendapatkan kubur Nabi Adam sambil berkata:

“ Disebabkan kamulah aku menjadi malaun.”  Kemudian Iblis laknat bertanya kepada malaikat maut: “ Minuman apakah yang akan kamu berikan kepadaku dan seksa apakah yang akan kamu kenakan tehadap ku?” Malaikat maut berkata :” Kamu akan diberi minuman dari neraka Ladha, seksa yang akan kamu terima serupa dengan seksa ahli neraka dan berlipat kali ganda.”

Mendengar hal yang demikian maka Iblis laknat pun berguling diatas tanah sambil menjerit-jerit sekuat suaranya kemudian dia lari dari barat ke timur dan berbalik sehingga sehingga dia sampai pada tempat yang dia mula-mula turun ke bumi dulu dan disitu dia dihalang oleh Malaikat Zabaniah dengan rantai di tangannya.  Sedang bumi bagaikan api dikerumuni oleh Malaikat Zabaniah yang menikam dengan bantulan dari neraka Ladha sehingga dia merasakan seksa sakaratul maut, saat itu lalu dipanggil Nabi Adam dan Siti Hawa untuk melihat keadaan Iblis laknat, maka bangkitlah Nabi Adam dan Siti Hawa melihat akan keadaan Iblis terkutuk itu dan sesudah melihatnya maka Nabi Adam dan Siti Hawa pun berdoa: Ya Allah , sesungguhnya engkau telah menyempurnakan nikmatmu pada kami.”
Begitulah serba sedikit cerita-cerita benar yang dapat kami cungkil keluar untuk pengetahuan ramai, walaupun kisah ini terdapat dalam banyak hadis-hadis sahih.


Malaikat Zabaniyah

Mansur Bin Umar berkata : Ada keterangan sampai kepadaku, bahwa Malaikat yang menjaga neraka mempunyai tangan dan kaki yang jumlahnya menurut bilangan ahli neraka. Ia bisa membelenggu dan merantai pada orang yang dikehendaki. Setiap kali Malaikat Malik melihat ke neraka, maka neraka itu semakin ganas memakan penghuninya karena rasa takutnya kepada malaikat Malik. Huruf Basmalah itu ada 19, demikian juga dengan kepala Malaikat Zabaniyah, ia kalau mengambil penduduk neraka dengan menggunakan tangan dan kakinya. Karena Malaikat Zabaniyah dapat mengetahui dengan kakinya, sebagaimana ia mengetahui dengan tangannya. Salah satu dari para Malaikat Zabaniyah bisa mengambil 10.000 orang kafir hanya dengan memakai satu tangan, mengambil 10.000 orang lagi dengan memakai tangan yang lain, 10.000 orang diambil dengan salah satu kakinya, dan 10.000 orang lagi diambil dengan kakinya yang lain. Maka sekali ambil ada 40.000 orang kafir yang langsung dilemparkan ke neraka. Begitulah kekuatan dan kemampuan yang luar biasa dimiliki Malaikat Zabaniyah. Sedangkan yang memimpin seluruh Malaikat Zabaniyah adalah Malaikat Malik. Sebetulnya yang menjaga neraka itu ada 18 Malaikat yang bentuknya seperti malaikat Malik, mereka mengepalai para malaikat yang lain, yang berada dibawah perintah kekuasaannya, jumlah mereka banyak sekali, hanya Allah yang tahu jumlah mereka. Mata Malaikat penjaga neraka itu seperti kilat yang menyambar, gigi mereka putih seperti tanduk sapi, bibir mereka menyentuh telapak kakinya, api selalu menjilat-jilat keluar dari mulutnya. Jarak antara bahu setiap Malaikat sejauh perjalanan satu tahun. Allah tidak menciptakan rasa kasihan dan sikap lemah lembut di hati para Malaikat penjaga neraka, meskipun sebesar semut kecil. Salah satu diantara para malaikat yang menjaga neraka itu menyelam di lautan neraka selama  70 tahun. Panasnya api neraka tidak membahayakan dirinya, Karena Malaikat diciptakan dari Nur (Cahaya) yang bisa mengalahkan api. Oleh karena itu, kami memohon perlindungan kepada Allah agar dijauhkan dari Api Neraka. Malaikat Malik berkata kepada Malaikat Zabaniyah : “Lemparkanlah mereka kedalam neraka”. Ketika Malaikat Zabaniyah melemparkan orang mukmin ahli maksiat kedalam neraka, maka semuanya berteriak dengan lafadh : La illaha illallah, akhirnya neraka itu mengembalikan mereka. Malaikat Malik lantas bertanya : “Hai api, ambillah mereka yang ahli maksiat ini!” Api neraka berkata : “Bagaimana aku bisa mengambil mereka, sebab mereka mengucapkan La illaha illallah, Malaikat Malik kemudian berkata : “Ambillah mereka berdasarkan perintah Allah“. Akhirnya api neraka mengambil orang mukmin yang ahli maksiat. Ada yang diambil dua lututnya, ada yang diambil pusarnya. Ketika api neraka hendak mendekati wajah mereka, maka Malaikat Malik berkata : “Jangan engkau bakar wajahnya, karena mereka menggunakannya untuk bersujud pada Sang Khalik. jangan engkau bakar hatinya, karena hatinya adalah tempat tauhid, ma’rifat dan iman, mereka juga merasakan kehausan yang lama di bulan Ramadhan. Hati mereka tetap utuh karena kehendak Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar